Tangan Keras Seorang Guru
Aku teringat semasa sekolah dasar dulu. Kejadian itu saat aku duduk di kelas 5 SD. Masih terekam kuat persitiwa kala itu. Waktu pagi sudah menunjukkan pukul 7 lewat. Aku terburu-buru ke sekolah. Kakiku lebih cepat melangkah dari biasanya. Aku tiba di kelas dengan napas yang sedikit terengah-engah. Segera ku simpan tasku di atas meja. Ku lihat sudah banyak teman hadir di pagi itu. "Ah... Semoga waktunya masih cukup," aku menggumam membatin. Segera ku keluarkan buku dan pena dari dalam tasku. Aku bergegas menuju kerumunan teman-temanku. "Eh... saya juga ya..." kataku. "Yang sabar dong... Gantian satu-satu," ujar Rizal. Aku yang datang lambat dibanding temanku lainnya memilih mundur sejenak. Ku biarkan teman-teman lainnya selesai. Jika sudah, baru giliranku. Saat tiba giliranku, bel masuk sudah berbunyi. Aku pun cepat-cepat menulis. Segala yang ada dihadapanku lekas ku pindahkan dalam buku. Keringat mulai turun satu-satu dari keningku. "Wah b...